Not gamelan Jawa Slendro dan Pelog

Not gamelan Jawa Slendro dan Pelog

Contoh Seni – Not gamelan Jawa khususnya Jawa Tengah terdiri dari 2 nada pokok yaitu Slendro dan pelog, dimana kedua nada atau sering disebut laras tersebut memiliki tangga nada bunyi yang berbeda.

Notasi gamelan slendro memiliki tangga nada (laras) baku 61235, sedangkan pelog 1234567. Mungkin anda pernah melihat gender yang terdiri dari banyak nada? Nah, wilah tersebut ditambah nada tinggi jadi gambarannya begini:

Bacaan Lainnya

Misal: not gamelan slendro baku hanya 61235, setelah ditambah nada tinggi menjadi 612356123. Demikian pula dengan gamelan pelog.

Pembagian pathet

Dalam gamelan karawitan Jawa dikenal istilah pathet. Pathet adalah pemisahan laras atau nada tertentu. Menurut admin hal ini mirip dengan nada nasional (do, re, mi, dst) pada penggunaan nada dasar atau kunci. Misalnya pada nada mayor C = Do tentu rasa dan tinggi rendahnya akan berbeda dengan G = Do. Begitu pula pada laras gamelan slendro pathet 6 rasanya akan berbeda dengan slendro pathet 9.

Pathet laras slendro

Dalam gamelan slendro dikenal ada 3 pathet, yaitu slendro 6, slendro 9, dan slendro manyura. Ketiganya memiliki pengambilan nada dasar yang berbeda karena dasar larasnya berbeda. Namun terkadang orang sulit membedakan mana laras 6 dan mana laras manyura.

Dalam sebuah pertunjukan wayang kulit pasti menggunakan 3 pathet slendro, adapun laras slendro yaitu pathet 6, pathet 9, dan pathet manyura. Pathet 6 biasanya digunakan ketika jejer hingga perang gagal, atau jejer ke-2, pathet 9 biasanya masuk pada gara-gara, dan manyura biasanya setelah jejer ke-3. Namun seiring perkembangan pewayangan, terkadang peralihan ketiganya tanpa melalui jejer.

Pathet laras pelog

Pada gamelan pelog juga dikenal 3 jenis pathet, yaitu pelog 5, pelog 6 (bem), dan pelog barang atau pelog 7. Pelog nem juga sering disebut pelog bem yang artinya besar.

Pada laras pelog orang biasanya sulit membedakan antara mana pelog 5 dan pelog 6, admin sendiri sebagai penabuh gamelan sering terkecoh dengan keduanya.

Tangga nada not gamelan

Agar lebih jelas di sini admin akan memberikan gambaran tangga nada gamelan baik slendro maupun pelog melalui gambar dan notasi atau nadanya.

Seperti telah disinggung di atas, laras slendro terdiri dari 5 nada baku yaitu 61235. Urutan nada tersebut akan tampak mudah terlihat pada gamelan jenis balungan. Sedangkan pada jenis gamelan lain seperti bonang, kempul, dan kenong penataannya berbeda.

1. Not Balungan

Di bawah ini adalah penataan tangga nada pada gamelan slendro dan pelog

a. Not Balungan slendro

Balungan adalah salah satu alat musik gamelan berbentuk wilah yang biasa digunakan untuk melodi sebuah lagu atau gendhing. Yang termasuk keluarga balungan adalah demung, saron, dan peking. Umumnya ukuran wilah berurutan dari nada rendah ukurannya besar dan semakin kecil menuju nada tinggi.

Urutan not pada balungan slendro di bawah ini admin menggunakan demung.

Ilustrasi tangga nada demung slendro

Pada gambar di atas menjelaskan letak tangga nada demung slendro yang meliputi:

  • 6 (nada rendah)
  • 1 (nada rendah)
  • 2 (nada rendah)
  • 3 (nada rendah)
  • 5 (nada rendah)
  • 6 (nada tinggi)
  • 1 (nada tinggi)

b. Not Balungan pelog

Ilustrasi tangga nada demung slendro

Pada gambar di atas menjelaskan letak tangga nada demung pelog yang meliputi:

  • 1 (nada rendah)
  • 2 (nada rendah)
  • 3 (nada rendah)
  • 4 (nada rendah)
  • 5 (nada rendah)
  • 6 (nada rendah)
  • 7 (nada rendah)

2. Not bonang

Di bawah ini penataan tangga nada pada gamelan bonang

a. Not Bonang Barung slendro

Bonang barung adalah salah satu alat musik gamelan Jawa yang biasanya digunakan untuk membuka sebuah gendhing ketika akan dimulai. Letak nada pada bonang menyilang, karena untuk wilayah atas digunakan untuk nada tinggi dan bawah untuk nada rendah.

Di bawah ini letak not pada bonang barung slendro.

Ilustrasi tangga nada bonang barung slendro

Pada gambar di atas menjelaskan letak tangga nada bonang slendro yang meliputi:

Baris atas:

  • 6 (nada tinggi)
  • 5 (nada tinggi)
  • 3 (nada tinggi)
  • 2 (nada tinggi)
  • 1 (nada tinggi)
  • 2 (nada tinggi2)

Baris bawah:

  • 1 (nada rendah)
  • 2 (nada rendah)
  • 3 (nada rendah)
  • 5 (nada rendah)
  • 6 (nada rendah)
  • 1 (nada rendah)

b. Not Bonang barung pelog

Tata letak nada pada bonang barung pelog hampir sama dengan slendro, hanya saja nada 1 diganti dengan nada 7.

c. Not bonang penerus slendro dan pelog

Peletakan nada pada bonang penerus slendro dan pelog sama persis dengan bonang barung, yang membedakan hanya ukurannya lebih kecil, sehingga jika ditabuh bunyinya akan terdengar lebih tinggi.

3. Not gender

Tangga nada gender lebih banyak daripada balungan, karena terdiri dari 3 nada tinggi, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Maka jumlah nada pada gender baik slendro, pelog 6 maupun pelog barang berjumlah 14 wilah (batang).

Di bawah ini penataan tangga nada pada gamelan gender.

a. Not Gender slendro

Ilustrasi tangga nada gender slendro

Pada gambar di atas menjelaskan letak tangga nada gender slendro yang meliputi:

  • 6 (nada rendah)
  • 1 (nada rendah)
  • 2 (nada rendah)
  • 3 (nada rendah)
  • 5 (nada rendah)
  • 6 (nada sedang)
  • 1 (nada sedang)
  • 2 (nada sedang)
  • 3 (nada sedang)
  • 5 (nada sedang)
  • 6 (nada tinggi)
  • 1 (nada tinggi)
  • 2 (nada tinggi)
  • 3 (nada tinggi)

b. Not Gender pelog 6

Ilustrasi tangga nada gender pelog 6

Pada gambar di atas menjelaskan letak tangga nada gender pelog 6 yang meliputi:

  • 6 (nada rendah)
  • 1 (nada rendah)
  • 2 (nada rendah)
  • 3 (nada rendah)
  • 5 (nada rendah)
  • 6 (nada sedang)
  • 1 (nada sedang)
  • 2 (nada sedang)
  • 3 (nada sedang)
  • 5 (nada sedang)
  • 6 (nada tinggi)
  • 1 (nada tinggi)
  • 2 (nada tinggi)
  • 3 (nada tinggi)

c. Not Gender pelog barang

Ilustrasi tangga nada gender pelog barang

Pada gambar di atas menjelaskan letak tangga nada gender pelog barang yang meliputi:

  • 6 (nada rendah)
  • 7 (nada rendah)
  • 2 (nada rendah)
  • 3 (nada rendah)
  • 5 (nada rendah)
  • 6 (nada sedang)
  • 7 (nada sedang)
  • 2 (nada sedang)
  • 3 (nada sedang)
  • 5 (nada sedang)
  • 6 (nada tinggi)
  • 7 (nada tinggi)
  • 2 (nada tinggi)
  • 3 (nada tinggi)

4. Not slenthem

Not slenthem baik slendro maupun pelog terdiri dari 7 wilah atau batang. Adapun tangga nadanya sebagai berikut.

a. Not Slenthem slendro

Ilustrasi tangga nada slenthem slendro

Pada gambar di atas menjelaskan letak tangga nada slenthem slendro yang meliputi:

  • 6 (nada rendah)
  • 1 (nada rendah)
  • 2 (nada rendah)
  • 3 (nada rendah)
  • 5 (nada rendah)
  • 6 (nada tinggi 1)
  • 1 (nada tinggi 1)

b. Not Slenthem pelog

Ilustrasi tangga nada slenthem pelog

Pada gambar di atas menjelaskan letak tangga nada slenthem pelog yang meliputi:

  • 1 (nada rendah)
  • 2 (nada rendah)
  • 3 (nada rendah)
  • 4 (nada rendah)
  • 5 (nada rendah)
  • 6 (nada rendah)
  • 7 (nada rendah)

5. Not kempul, gong slendro

tangga nada kempul dan gong slendro

Dari gambar di atas dapat kita lihat tata letak nada pada kempul dan gong gamelan slendro, sedangkan untuk laras pelog tidak jauh berbeda.

Dari beberapa contoh penataan not gamelan di atas dapat kita simpulkan bahwa tangga nada pada gamelan berurutan, baik slendro maupun pelog.

Tips: Untuk memahami lebih jauh, anda harus praktek langsung melihat dan menabuh gamelan, karena jika dijelaskan dengan tulisan agak sulit untuk dipahami.

Sebagai pembelajaran anda dapat mempelajari perbedaan nada pelog dan slendro kemudian mencoba berbagai notasi gendhing Jawa.

Pos terkait