Super Simpel Menggambar Karim Benzema

Hallo Kawan……Karim Mostafa Benzema (pengucapan bahasa Perancis: [ka.ʁim bɛn.ze.ma], bahasa Arab: كريم بنزمّة, lahir di Lyon, Perancis, 19 Desember 1987) adalah seorang pemain sepak bola profesional Perancis keturunan Aljazair yang saat ini bermain untuk tim La Liga Spanyol, Real Madrid. Dia bermain sebagai penyerang yang dapat difungsikan juga sebagai pemain sayap dan terkenal karena kemampuan teknik, gaya permainan, dan kemampuannya dalam mencetak gol. Ia dideskripsikan sebagai seorang “penyerang bertalenta hebat” yang “tangguh dan mengagumkan” dan “seorang penuntas serangan yang efektif di kotak penalti.”
how-to-draw-karim-benzema-step-0-4145420
Gambar Karim Benzema
Lahir di kota Lyon, Benzema memulai karier sepak bolanya di klub lokal, Bron Terraillon. Pada 1996, ia bergabung dengan klub terbesar di kota tersebut, Olympique Lyonnais, dan kemudian menembus akademi klub tersebut. Benzema tampil pertama kali pada musim 2004–05 Ligue 1, dan tampil secara sporadis di tiga musim pertamanya, sementara Lyon menjuarai tiga gelar liga. Pada musim 2007–08, ia menjadi pemain yang tampil sejak awal pertandingan secara reguler dan mencetak lebih dari 30 gol dalam musim tersebut. Karena performanya, Persatuan Pemain Sepak Bola Profesional Perancis (UNFP) menganugerahinya gelar Pemain Terbaik Ligue 1 dan masuk ke Tim Terbaik. Benzema juga menjadi pencetak gol terbanyak di liga, dan memenangi Penghargaan Bravo dari majalah Italia, Guerin Sportivo. Setelah satu musim di Lyon, pada Juli 2009, Benzema menandatangani kontrak enam tahun dengan klub Spanyol, Real Madrid. Setelah berjuang keras untuk mendapat tempat utama pada musim pertamanya di Los Blancos, ia sukses menjuarai Piala Raja Spanyol 2010-11 dan Liga Spanyol 2011-12 bersama tim Madrid tersebut dan mencetak total 58 gol. Pada Desember 2011, ia dianugerahi gelar Pemain Perancis Terbaik oleh majalah France Football.
Benzema merupakan mantan pemain nasional junior Perancis. Ia telah bermain untuk negaranya sejak level U-17 ke atas. Sebelum bermain untuk tim senior, ia bermain untuk tim U-17 yang menjadi juara Eropa pada 2004, bersama nama-nama seperti Samir Nasri dan Hatem Ben Arfa. Benzema tampil buat pertama kali untuk tim senior pada Maret 2007 dengan sebuah gol semata wayang pada laga persahabatan melawan Austria. Benzema telah mewakili Perancis pada dua turnamen utama, Piala Eropa 2008 dan Piala Eropa 2012.
Kehidupan awal
Benzema lahir di Lyon, Perancis dari orang tua yang keduanya merupakan keturunan Aljazair. Kakeknya, Da Lakehal Benzema, tinggal di desa Tighzert, utara kota Beni Djellill di Aljazair sebelum hijrah ke Lyon pada tahun 1950-an. Ayah Benzema, Hafid, lahir di Tighzert, Kabylie sementara ibunya, Wahida Djebbara, lahir dan tumbuh di Lyon. Benzema adalah anak ketiga termuda dan tumbuh bersama delapan saudara-saudarinya lain di Bron, wilayah timur Lyon. Kedua adik laki-lakinya, Gressy dan Sabri juga seorang pemain sepak bola.
Karier klub
Lyon
Karier awal
Benzema memulai karier juniornya bersama sebuah klub lokal, Bron Terraillon SC pada usia 8 tahun. Di klub itu, ia dipanggil Coco oleh teman-temannya. Setelah mencetak 2 gol pada sebuah pertandingan kelompok umur di bawah 10 tahun melawan akademi Olympique Lyonnais, klub itu mulai tertarik padanya. Menurut Serge Santa Cruz, presiden Bron Terraillon saat itu, pegawai Lyon telah mengunjunginya untuk merekrut Benzema, dan ditolak Santa Cruz. Setelah berbicara dengan ayah Benzema, klub itu membiarkan Benzema untuk masa percobaan di Lyon. Setelah masa tersebut, Benzema resmi berkostum Lyon dan masuk ke akademi klub tersebut pada usia sembilan tahun.
Benzema dengan cepat beradaptasi di klub tersebut. Ia menjadi anak gawang pada laga-laga tim senior Lyon dan berkembang dengan sangat pesat di sekolah, menjadi seorang siswa yang “bijaksana dan penuh hormat”. Pada level di bawah 16 tahun, Benzema mencetak 38 gol pada Championnat National des 16 ans, sebuah kompetisi domestik untuk pemain sepak bola yang berusia di bawah 16 tahun. Setelah musim 2004–05, ia dipromosikan ke tim cadangan yang bermain di Championnat de France amateur, divisi keempat di sistem liga Perancis. Meskipun hanya bermain dengan tim tersebut pada musim gugur, ia mencetak 10 gol dan tim tersebut menjadi juara kedua pada klasemen grup.
2004-07
Benzema dipanggil ke tim senior Lyon oleh manajer Paul Le Guen di paruh musim. Seperti tradisi bertahun-tahun di Lyon, sang pemain baru harus berdiri dan berbicara kepada rekan setim yang lain, saat itu seperti Michael Essien, Sylvain Wiltord, Florent Malouda dan Eric Abidal. Ketika berbicara, Benzema ditertawakan, dan membuatnya berkata, “Jangan tertawa, saya di sini untuk merebut tempat Anda semua.” Ia seterusnya mencetak debut pada 15 Januari 2005, menggantikan Pierre-Alain Frau. Lyon menang 2-0 dan Benzema mengawali terjadinya gol kedua yang dicetak Bryan Bergougnox. Lima hari kemudian, ia menandatangani kontrak profesional pertamanya selama tiga tahun. Setelah tiga kali lagi menjadi pemain pengganti, pada 2 April, Benzema menjadi starter pertama kalinya dalam kemenangan 1-0 melawan Lens. Ia mengakhiri musim tersebut dengan kenangan manis: Lyon memenangi gelar juara liga keempat berturut-turut.
Benzema memulai musim 2005-06 dibawah pelatih baru, Gérard Houllier. Dibawah Houllier, Benzema harus berjuang keras merebut posisi penyerang utama, dengan hadirnya penyerang Brasil, Fred, dan juga Wiltord. Ia tampil di laga pertamanya musim itu dengan sebuah kemenangan liga atas Rennes, tampil sebagai pemain pengganti. Pada 6 Desember, ia tampil buat pertama kalinya di Liga Champions UEFA di laga fase grup Lyon melawan klub Norwegia, Rosenborg. Ia sukses mencetak gol profesional pertamanya, dan Lyon menang 2-1. Sebulan kemudian, ia mencetak dwigol pertamanya, dalam pertandingan Piala Perancis atas Grenoble. Pada 4 Maret 2006, Benzema mencetak gol pertamanya di liga, dalam kemenangan 3-1 atas Ajaccio.
Benzema mulai mendapat jatah bermain lebih sering di musim berikutnya, dan mencetak gol lewat sepakan penalti di laga Trophée des champions 2006 melawan Paris Saint-Germain, di mana Lyon menang 5-4 lewat adu penalti. Benzema memulai musimnya dengan mencetak gol pertama tim di liga melawan Nantes. Tiga pekan kemudian, pada 26 Agustus 2006, Benzema tampil sebagai pengganti dan mencetak dua gol dalam kemenangan 4-1 di kandang Nice. Ia juga sukses mencetak dua gol di ajang Liga Champions melawan klub Ukraina, Dynamo Kyiv dan jawara Rumania, Steaua Bucureşti. Setelah tampil reguler, pada 10 November, ia cedera tiga bulan, baru bisa kembali lagi pada Februari 2007. Namun begitu, ia baru bisa mencetak gol lagi ke gawang Nantes di laga terakhir musim dan Lyon kembali juara liga untuk kali keenam berturut-turut.
Musim gemilang
Pada musim 2007-08, karena pemain seperti Florent Malouda, John Carew dan Sylvain Wiltord meninggalkan Lyon, Benzema, meskipun baru berusia 19 tahun saat itu, diserahi nomor punggung 10 dan dijadikan penyerang utama. Setelah hubungan yang baik dengan manajer baru, Alain Perrin, ia membalasnya dengan 31 gol dari 51 laga. Ia memuncaki klasemen pencetak gol terbanyak Ligue 1 dengan 20 gol, empat gol di Liga Champions, satu di Piala Liga, dan enam gol dari enam laga Piala Perancis, membawa Lyon menjuarai “Double” pertamanya. Beberapa penampilannya yang luar biasa pada musim itu antara lain hat-trick ke gawang Metz pada 15 September, gol penyama kedudukan pada menit ke-90 lewat tendangan bebas pada laga Derby du Rhône melawan Saint-Étienne dan sebuah gol ke gawang Lens yang dinominasikan sebagai gol terbaik musim tersebut oleh para fan.
Di Liga Champions, Benzema mencetak dua gol ke gawang Rangers di Ibrox pada laga terakhir fase grup. Kemenangan 3-0 membuat Lyon lolos ke fase gugur. Di fase tersebut, mereka bertemu Manchester United, dan Benzema terus mencetak gol, kali ini dari luar kotak penalti pada pertandingan leg pertama yang berakhir imbang 1-1, dan United pada akhirnya berhasil lolos ke babak berikutnya dengan agregat 2-1. Sir Alex Ferguson memuji performa Benzema, tetapi kemudian, Presiden Lyon, Jean Michel-Aulas menuding Ferguson mencoba merekrut Benzema.
Pada 13 Maret 2008, Benzema memperpanjang kontraknya di Lyon hingga 2013 dengan opsi perpanjangan satu tahun. Setelah menandatangani kontrak barunya, Benzema menjadi pemain dengan gaji tertinggi di Perancis. Karena performanya musim tersebut, ia memenangi gelar Pemain Terbaik Ligue 1, terpilih ke Tim Terbaik, dan memenangi Trophée du Meilleur Buteur karena menjadi pencetak gol terbanyak di liga. Ia juga masuk nominasi Ballon d’Or tahun 2008 oleh majalah olah raga Perancis, France Football. Anugerah tersebut akhirnya dimenangi oleh Cristiano Ronaldo.
2008-09
Benzema memulai musim baru dengan mencetak dua gol ke gawang Toulouse di laga pertama. Tiga pekan kemudian, ia mencetak gol melawan rival sesama Rhône-Alpes, Grenoble, dan Saint-Étienne, dan mencetak sebuah gol melawan Nice, yang dia buat melalui tendangan penalti pada menit-menit akhir. Lyon memenangi semua laga tersebut. Karena itulah, presiden Aulas menolak semua tawaran transfer dari tim besar dan memasang harga 100 juta euro untuknya. Ia juga menjadi model sampul versi Perancis untul permainan video FIFA 2009, bersama Franck Ribéry.
Ia mencetak gol ketujuh pada 29 Oktober, dalam sebuah kemenangan 2-0 atas Sochaux. Ia kembali mencetak gol di laga selanjutnya melawan Le Mans. Ia adalah salah satu pencetak gol terbanyak di fase grup Liga Champions UEFA 2008-09 dengan torehan lima gol, terdiri atas dwigol melawan Steaua Bucureşti, dua gol dari dua laga melawan Fiorentina, dan sebuah gol melawan Bayern Munich di laga terakhir.
Setelah jeda musim dingin, Benzema tak mencetak gol di tiga laga pertama sebelum kemudian mencetak gol kesebelas di musim tersebut melawan Nice, di mana mereka menang 3-1. Dia kembali mencetak gol dua pekan kemudian melawan Nancy dalam kemenangan 2-0. Sembilan pertandingan selanjutnya, performa Benzema (dan Lyon) jatuh bebas (kalah empat kali, seri tiga kali dan hanya menang dua kali), dan Benzema hanya bisa mencetak dua gol dari sembilan laga tersebut. Performa buruk tersebut membuat Lyon kehilangan tempat di puncak klasemen dan tersisih dari perburuan gelar juara, dan kemudian mengakhiri rekor juara 7 kali berturut-turut, di mana Benzema turut memenangi empat gelar.
Real Madrid
2009-10
Pada 1 Juli 2009, Lyon mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan klub Spanyol, Real Madrid, mengenai Benzema. Transfer tersebut bernilai €35 juta, namun nilainya dapat bertambah hingga €41 dengan adanya insentif. Pada 9 Juli, Benzema sukses melewati tes medis dan pada sore harinya menandatangani kontrak sepanjang enam tahun. Ia diperkenalkan secara resmi malam itu di Stadion Santiago Bernabéu, sama seperti para rekrutan baru seperti Kaká dan Cristiano Ronaldo. Benzema menjalani debutnya pada 20 Juli dalam pertandingan pramusim melawan tim Republik Irlandia, Shamrock Rovers di Dublin, tampil sebagai pemain pengganti saat jeda. Ia mencetak satu-satunya gol di laga tersebut, pada menit ke-87. Pada 24 Agustus, Benzema mencetak dua gol ke gawang klub Norwegia, Rosenborg, dalam ajang Trofi Santiago Bernabeu, di mana Madrid menang 4-0.
Benzema tampil untuk pertama kalinya di La Liga untuk Madrid pada 29 Agustus 2009 melawan Deportivo de La Coruña. Dia menjadi starter, tetapi digantikan pada babak kedua dan Madrid menang 3-2. Sebulan kemudian, ia mencetak gol pertamanya untuk Madrid dalam kemenangan 5-0 atas Xerez. Setelah tidak diturunkan di laga tengah pekan melawan Villarreal, ia mencetak dwigol pertamanya untuk Los Blancos dalam kemenangan kandang 3-0 atas Tenerife di akhir pekan. Ia tampil sebagai pemain Madrid di Liga Champions UEFA pertama kalinya pada 30 September, melawan tim Perancis, Olympique de Marseille, dan di laga tersebut, ia memberi “assist” untuk gol Cristiano Ronaldo. Setelah gagal mencetak gol sepanjang Oktober, ia menjebol gawang Milan di laga perdana Madrid pada bulan November di Liga Champions. Golnya kemudian dibalas sepakan penalti Ronaldinho. Pada 7 November, di El Derbi madrileño, ia memberi “assist” untuk Marcelo, dan Madrid menang 3-2.
Pada akhir November, Benzema mulai jarang tampil sebagai starter karena manajer Manuel Pellegrini lebih memilih Gonzalo Higuaín sebagai penyerang utama. Media Spanyol juga mengkritiknya karena performanya yang anjlok, serta kesulitannya beradaptasi di negara tersebut akibat dia belum mulai belajar bahasa Spanyol. Ia bahkan disebut sebagai “Anelka baru” oleh surat kabar Spanyol Marca. Benzema dibela oleh kompatriotnya, Zidane, yang mengatakan “setelah 2 bulan, saya juga dikritik” dan Benzema adalah seorang “pemain bertalenta dan pemain bertalenta di Madrid harus jadi seorang pemenang”.
Pada 5 Desember, Benzema tampil sebagai pengganti untuk Rafael van der Vaart dan mencetak gol ketiga dalam kemenangan gemilang 6-0 atas Almería. Seusai pertandingan, ia merespon kritikan terhadapnya dengan mengatakan “Saya sudah berintegrasi penuh di sini dan sangat bahagia” dan “Ya, saya sudah meningkatkan adaptasi saya. Saya mempunyai rumah baru dan saya belajar bahasa Spanyol.” Setelah hampir sebulan di bangku cadangan, Benzema menjadi starter bersama Higuain di laga tandang melawan Valencia pada 12 Desember dan memberi umpan untuk salah satu dari dua gol Higuaian. Sepekan kemudian, ia kembali ke bangku cadangan. Di ulang tahunnya ke-22, ia mencetak gol dalam laga kandang, dan Madrid menang 6-0 atas Real Zaragoza. Karena Higuain lebih banyak cedera pada awal Januari 2010, Pellegrini memutuskan untuk mengembalikan Benzema ke starting lineup. Setelah gagal mencetak gol di dua laga awal, ia langsung mencetak dua gol atas Deportivo pada 30 Januari, di mana Madrid menang 1-3 di kandang lawan . Setelah Higuain kembali, Benzema kembali turun ke bangku cadangan dan mengakhiri musim dengan tampil delapan kali berturut-turut sebagai pengganti.
2010-11
Di awal musim, Benzema mendapat kaus nomor sembilan dan José Mourinho menjadi pelatih baru El Real. Pada awalnya Benzema tak membuat Mou terkesan, dan pria Portugal itu berbicara pada para wartawan bahwa “Benzema harus paham bahwa talentanya luar biasa, tetapi itu saja tidak cukup,” dan bahwa “Madrid membutuhkan seorang penyerang yang luar biasa, bukan yang lesu.” Ucapan Mourinho kemudian dibalas oleh pelatih Perancis, Laurent Blanc yang menganggap Benzema “tidak terbiasa bekerja keras.” Blanc juga menyarankan Benzema untuk menurunkan berat badannya untuk mempermudah permainannya.
Karena Mourinho lebih memilih Ronaldo dan Higuain sebagai penyerang utama, Benzema memulai musimnya sebagai pengganti di laga pembuka musim melawan Mallorca. Setelah jeda internasional pada September, ia tampil pertama kali sebagai starter melawan Osasuna, di mana Madrid menang 1-0. Pada 21 September, Benzema tampil sebagai pengganti dan mencetak gol pertamanya musim itu dalam kemenangan kandang 3-0 atas Espanyol. Setelah itu, sang striker gagal mencetak satu gol pun selama hampir dua bulan. Ia memberi assist dua kali berturut-turut pada laga melawan Hércules di liga dan Milan di Liga Champions.
Pada 10 November, Benzema mencetak gol keduanya musim itu melawan Real Murcia di Piala Raja. Di akhir November, Benzema mulai menembus tim inti setelah Higuain mengalami cedera punggung dan tim kekurangan penyerang senior. Di laga pertamanya setelah masuk tim inti secara permanen, ia mencetak gol pertama di Liga Champions melawan klub Belanda, Ajax. Di laga terakhir fase grup melawan perwakilan Perancis, Auxerre, ia mencetak hat-trick pertamanya, di mana pasukan Mourinho menang 4-0. Gol pertama dalam laga tersebut adalah gol ke-300 Madrid di era Liga Champions. Dua pekan kemudian, Benzema mencetak hat-trick lagi, dalam kemenangan besar 8-0 atas Levante di Copa. Pada laga perdana tim pada 2011, ia memberi umpan atas gol pertama tim yang dicetak Ronaldo dalam kemenangan 3-2 atas Getafe. Di akhir Januari, buat pertama kali dalam kariernya di Real Madrid, Benzema mencetak gol secara berturut-turut. Pada 23 Januari, ia mencetak gol semata wayang di kandang melawat Mallorca. Tiga hari kemudian, Benzema mengulanginya kembali dengan mencetak gol satu-satunya di laga leg pertama semi-final Copa melawan Sevilla.Madrid kemudian melaju ke final Copa del Rey ke-37 sepanjang sejarah mereka setelah menaklukkan Sevilla 2-0 di leg kedua.
Dengan kedatangan penyerang pinjaman, Emmanuel Adebayor, Benzema tidak diturunkan di dua laga liga berturut-turut pada Februari 2011. Ia kembali ke tim inti pada 19 Februari dan sebuah momentum emas terjadi: ia mencetak sepuluh gol dari delapan laga, termasuk dwigol di tiga laga berturut-turut kontra Malaga, Racing Santander dan Hercules, dan sebuah gol ke eks klubnya, Lyon, di babak 16 besar Liga Champions. Gol kontra eks timnya itu adalah gol ke-100 sepanjang karier profesionalnya, dan juga gol pertama Real Madrid di Stade de Gerland selama enam tahun, meskipun begitu, ia tak merayakan golnya untuk menghormati bekas klubnya.
Pada 19 Maret, ia mencetak gol pembuka di El Derbi madrileño, di mana Real Madrid menang 2-1. Meskipun menunjukkan performa yang bagus, Benzema hanya tampil sekali dari empat laga El Clásico melawan Barcelona, di mana kedua tim bertemu dua kali di liga, final Copa del Rey dan fase gugur Liga Champions. Di antara pertemuan tersebut, pada 23 April 2011, ia mencetak gol dan memberi assist kepada gol lain dalam kemenangan 6-3 atas Valencia. Pada 30 April, ia mencetak gol saat Madrid takluk 3-2 dari Real Zaragoza. Itu adalah satu-satunya pertandingan di mana Real Madrid kalah saat Benzema mencetak gol. Untuk menutup musimnya, ia mencetak dwigol dalam kemenangan besar 8-1 atas Almería. Ia mengakhiri musimnya sebagai pencetak gol kedua terbanyak di tim setelah Ronaldo dengan 26 gol dan Madrid menjuarai Piala Raja, memberi Benzema trofi pertamanya di Madrid. Untuk penampilannya yang memukau, terutama di paruh kedua musim, Benzema dipuji Mourinho, dan juga pejabat-pejabat tinggi klub seperti Florentino Pérez dan Emilio Butragueño, dan juga pelatih tim nasional, Laurent Blanc.
2011-12
Sebelum dimulainya musim 2011-12, Benzema, setelah dinasihati para kompatriotnya seperti Blanc dan Zidane, pergi ke Merano di Italia untuk menjalani pengobatan untuk mengurangi berat badannya. Misi tersbebut sukses setelah sang penyerang tiba di latihan pra-musim dengan berat badan 8 kilogram (18 lb) lebih ringan. Di klinik tersebut, ia juga menjalani latihan fisik untuk menambah massa ototnya. Benzema tampil memukau di pramusim, mencetak delapan gol dari tujuh laga. Performanya di pra-musim membuat Mourinho menunjuknya sebagai penyerang utama untuk musim baru. Pria Portugal itu kemudian dipuji karena perubahan performa Benzema, tetapi menolaknya dan justru memuji sang pemain sendiri. Benzema memulai musimnya di leg pertama Piala Super Spanyol 2011 melawan Barcelona. Di laga tersebut, ia menjadi starter dan memberi umpan untuk gol pembuka yang disarangkan Mesut Özil. Di leg kedua, dengan Madrid tertinggal agregat 4-3, Benzema mencetak gol penyama kedudukan untuk menjadikan skor 4-4. Meski begitu, enam menit kemudian, gol Lionel Messi membuat Barcelona memastikan diri menjuarai trofi. Benzema tampil buat pertama kali di liga dalam kemenangan tandang 6-0 atas Real Zaragoza. Dalam pertandingan liga dua pekan kemudian, ia mencetak dwigol ke gawang Getafe, memberi Madrid kemenangan 4-2. Setelah gagal mencetak gol dalam tiga pertandingan liga berturut-turut, ia kembali menjebol gawang lawan di Rayo Vallecano, dan Madrid menang 4-2. Saat pertandingan penentuan melawan Ajax di Liga Champions, Benzema mencetak gol ketiga Madrid dalam kemenangan 3-0 di kandang. Ia juga memberi umpan untuk gol pembuka yang disarangkan Ronaldo. Di pertarungan Liga Champions berikutnya melawan Lyon, ia kembali mencetak gol pembuka, dan memberi umpan untuk gol kedua Sami Khedira, dan Madrid menang 4-0.
Pada November 2011, Benzema mencetak lima gol: tiga di liga dan dua di Eropa. Di liga, ia mencetak tiga gol dalam kemenangan atas Osasuna dan Valencia, dan mencetak dua gol di laga fase grup Liga Champions melawan tim Kroasia, Dinamo Zagreb. Pada 10 Desember 2011, Benzema mencetak gol pembuka di laga El Clasico melawan Barcelona, yang berakhir dengan kekalahan pasukan ibu kota 3-1. Gol tersebut, dicetak hanya 21 detik setelah sepak mula, adalah gol tercepat yang terjadi di antara dua raksasa Spanyol itu. Tiga hari setelah gol pemecah rekornya itu, untuk permainannya sepanjang 2011, Benzema menerima penghargaan Pemain Terbaik Perancis versi France Football, mengalahkan bek Barcelona, Éric Abidal dan kiper Lyon, Hugo Lloris. Ia menjadi pemain Perancis kedua yang bermain di Spanyol dan memenanginya, dan juga pemain Real Madrid kedua yang memenangi penghargaan ini. Zidane adalah orang pertama yang menerima dua penghargaan di atas. Benzema sangat gembira dengan kemenangannya, mengatakan “Sebuah kehormatan besar untuk memenangi sebuah anugerah individual. Ketika saya melihat pemenang-pemenang sebelumnya – Zidane, Henry dan pemain besar lainnya – itu membuat saya sangat bangga untuk bergabung bersama mereka.” Di laga tim selanjutnya setelah memenangi pernghargaan itu, ia memberi umpan di dua gol dalam kemenangan 6-2 atas Sevilla.
Benzema membuka tahun 2012 dengan performa hebat. Ia mencetak gol atas Granada dan Malaga di Copa del Rey, di setiap leg di babak 16 besar. Kemenangan 4-2 membuat Madrid melaju ke perempat final menghadapi Barcelona. Setelah gagal mencetak gol di leg pertama, di mana klub Katalonia itu unggul 2-1, Benzema mencetak gol di leg kedua pada 25 Januari 2012, tetapi Madrid kalah agregat 4-3. Pada 12 Februari, Benzema mencetak gol melawan Levante. Sepekan kemudian, ia mencetak dwigol di laga yang berakhir kemenangan 4-0 atas Racing Santander. Pada 24 Maret, ia mencetak dua gol atas Real Sociedad. Dua gol tersebut menjadikannya pencetak gol terbanyak asal Perancis di La Liga, melewati rekor Zidane. Tiga hari kemudian, ia mencetak dua gol di kemenangan 3-0 atas klub Siprus, APOEL Nicosia di perempat final Liga Champions. Pada 29 April, Benzema bermain sangat brilian, dua gol dan satu umpan berbuah gol lain ke gawang Sevilla. Dwigol tersebut kali ketujuh di La Liga dan membuat Madrid semakin dekat dengan gelar Primera pertama setelah empat tahun. Los Blancos memastikan diri menjadi juara liga ke-32 pada pekan selanjutnya, menang 3-0 atas Athletic Bilbao, di mana Benzema tampil sebagai pemain pengganti di laga tersebut.
2012-13
Di pertandingan pertama Liga Champions, Benzema mencetak gol penyama kedudukan melawan Manchester City dalam kemenangan kandang 3-2. Pada 4 Oktober 2012, ia mencetak gol salto di dalam kotak penalti melawan Ajax Amsterdam dalam kemenangan 4-1 di Amsterdam.
Pada tanggal 18 Desember 2012, satu hari sebelum ulang tahun ke-25, bentuk yang bagus melihat Benzema mendapatkan penghargaan untuk pesepak bola Prancis terbaik tahun 2012, untuk tahun kedua berjalan.
Pada tanggal 2 Maret 2013 Benzema membuka skor melawan Barcelona di pertandingan liga di Santiago Bernabéu. Real berhasil untuk memenangkan pertandingan dengan skor 2-1, kedua kalinya mereka mengalahkan Barcelona dalam seminggu. Pada 30 April 2013, Benzema mencetak satu gol dan memberi assist untuk Sergio Ramos melawan Dortmund.
Karier internasional
Junior
Benzema adalah mantan pemain nasional junior Perancis, memenangi kap di semua level kecuali U16. Ia adalah anggota kelompok yang dikenal di Perancis sebagai Génération 1987, sebuah generasi yang menghasilkan Hatem Ben Arfa, Jérémy Menez, dan Samir Nasri, dan juga Benzema sendiri. Di antara keempatnya, Benzema adalah yang terakhir menjalani debut dibawah pelatih Philippe Bergeroo dan resmi bergabung dengan tim menjelang Kejuaraan Sepak Bola U-17 Eropa UEFA pada 2004 yang digelar di negaranya. Di kompetisi tersebut, ia tampil di dua laga, melawan Irlandia Utara dan mencetak gol pembuka. Ia juga tampil di fase grup melawan Spanyol dan Perancis menjuarai turnamen tersebut dengan mengalahkan tim yang sama.
Benzema adalah starter reguler di tim U18. Ia menjalani debutnya di sebuah turnamen lokal di Republik Ceko. Benzema mencetak gol perdananya di level tersebut melawan Polandia di laga terakhir fase grup. Di final melawan tuan rumah, ia mencetak gol pembuka dalam kemenangan 2-0 dan Perancis menjuarai kompetisi tersebut. Pada 30 September 2004, Benzema adalah salah satu pencetak gol Perancis saat menang di kandang Norwegia. Di laga selanjutnya melawan Rusia, ia mencetak dua gol dan Perancis menang 3-1. Karena Perancis adalah juara Eropa level U17 pada 2004, tim U18 diperbolehkan berpartisipasi pada Piala Meridian UEFA-CAF pada 2005. Benzema dipanggil ke tim dan bermain di seluruh laga, mencetak lima gol dan Perancis kembali juara. Ia membuka turnamen dengan dua gol ketika mengalahkan Kamerun 7-0. Setelah gagal mencetak gol di laga melawan Sierra Leone, Benzema langsung mencetak gol dalam laga berikutnya melawan Nigeria dan dwigol ke gawang Mesir. Pada 19 Mei 2005, di final melawan Slowakia, Benzema memborong empat gol, Perancis menang 4-1. Ia meninggalkan tim U18 dengaan catatan 18 laga dan 14 gol dan dipuji Bergeroo sebagai “pemain yeng efisien”.
Kuartet Benzema, Ben Arfa, Menez dan Nasri kembali ke tim nasional U19. Mereka bergabung dengan Issiar Dia, Blaise Matuidi dan Serge Gakpé dengan misi merebut gelar Kejuaraan Sepak Bola U-19 Eropa UEFA pada 2006. Pasukan itu memulai misi dengan dua pertandingan persahabatan melawan Norwegia. Benzema mencetak satu gol di laga pertama, menang 4-0. Di kualifikasi, ia mencetak gol di laga terakhir fase grup atas Austria. Perancis menang 2-0, dan masuk ke Babak Elit. Di babak penentuan, Perancis tergabung bersama Skotlandia, Bulgaria dan Belarusia. Di pertandingan pembuka, Benzema mencetak dwigol – salah satunya penalti – dan Perancis menang 4-0. Setelah tertahan imbang oleh Belarusia, Perancis berhadapan dengan Skotlandia di laga terakhir fase grup. Benzema mencetak gol pembuka di menit kesebelas, tetapi disamakan gol Steven Fletcher. Laga berakhir 1-1, dan meskipun mengakhiri babak tersebut tak terkalahkan, Perancis tereliminasi karena kalah selisih poin.
Benzema menjalani debut U21-nya untuk Les Espoirs dibawah pelatih René Girard di laga Kejuaraan Sepak Bola U-21 Eropa UEFA 2006 melawan Belgia. Ia memulai laga dan digantikan saat jeda oleh Yoann Gourcuff. Ia tampil di babak kualifikasi kejuaraan selanjutnya pada 2007 dan tampil sebagai starter dan pemain cadangan di leg pertama dan kedua, dan tim itu dikejutkan dengan kekalahan dari Israel di babak play-off kualifikasi.
Aljazair vs Perancis
Sebelum mewakili Perancis di level senior, Benzema dibujuk oleh Federasi Sepak Bola Aljazair (FAF) yang menginginkannya bermain untuk Aljazair di level senior. Pada Desember 2006, sang penyerang dibujuk oleh mantan presiden Hamid Haddadj dan pelatih tim nasional Jean-Michel Cavalli, tetapi menolaknya karena ingin melanjutkan karier internasional bersama Perancis. Benzema kemudian berbicara kepada stasiun radio Radio Monte Carlo “Aljazair adalah tanah leluhur saya dan ada di hati saya, tetapi saya akan membela tim nasional Perancis.”
Senior
Benzema pertama kali dipanggil ke tim senior oleh Raymond Domenech pada 9 November 2006 untuk pertandingan persahabatan menghadapi Yunani yang akan digelar pada 15 November. Benzema menyebut hal itu adalah sebuah “hadiah”, dan mengatakan “Saya sangat gembira, tentu saja, saya dan keluarga saya. Tim senior adalah sebuah kehormatan.” Dua hari sebelum laga, ia terpaksa keluar dari tim karena cedera parah, yang ia alami saat bermain untuk Lyon. Setelah gagal menembus skuat menghadapi Argentina pada Februari 2007, ia kembali ke tim pada Maret di untuk laga kualifikasi Euro 2008 melawan Lituania dan persahabatan melawan Austria. Gagal tampil di kualifikasi, ia menjalani debut pertamanya berseragam Tim Ayam Jantan pada 28 Maret 2007 melawan Austria. Ia tampil sebagai pengganti untuk Djibril Cissé dan mencetak satu-satunya gol di laga tersebut lewat sepakan bebas dari Nasri. Pada 13 Oktober, Benzema mencetak dua gol dalam kemenangan 6-0 atas Kepulauan Faroe. Setelah bermain reguler sepanjang musim 2007-08, ia terdaftar dalam skuat berjumlah 23 orang untuk Euro 2008.
Benzema menjalani debutnya di sebuah turnamen internasional pada 9 Juni 2008 di laga pembuka melawan Rumania. Ia menjadi starter, tetapi kemudian digantikan oleh Nasri di babak kedua karena performa yang buruk. Laga berakhir tanpa gol dan Benzema dikritik oleh media Perancis karena performanya dan surat kabar Le Point menyebut Benzema “tidak dapat dikenali” dan “dia menyimbolkan kemandulan Perancis di lini depan”. Surat kabar tersebut juga merujuk kepada kurangnya pengalaman internasional Benzema. Di laga kedua melawan Belanda, Benzema tak ambil bagian dalam kekalahan memalukan 4-1. Ia kembali ke tim inti untuk laga terakhir fase grup melawan Italia dan diberikan tempat sebagai juru gedor utama. Meskipun begitu, Perancis kalah 2-0 dan tersingkir dari turnamen.
Benzema tetap menjadi pemain reguler di tim dan sebelum kualifikasi Piala Dunia FIFA 2010, ia mendapat kaus nomor sepuluh, setelah sebelumnya memakai nomor sembilan. Di laga pertama setelah tersingkir dari Euro, Benzema mencetak gol ke gawang Swedia dalam kemenangan 3-2 di Göteborg. Dua bulan kemudian, ia kembali mencetak gol dalam kemenangan 3-1 atas Tunisia di Stade de France. Pada 5 Juni 2009, Benzema menjadi pencetak gol semata wayang, berupa sebuah sepakan penalti, dan Perancis menang 1-0 atas Turki di Stade de Gerland. Ia mencetak gol kualifikasi Piala Dunia pertamanya dalam kemenangan atas Kepulauan Faroe dan Austria pada Oktober 2009. Penampilan melawan Swedia adalah penampilan terakhirnya dibawah Domenech karena ia tidak dibawa ke Piala Dunia. Domenech menyatakan alasannya tak membawa Benzema adalah dia masih berjuang mencari performa terbaiknya di klub barunya Real Madrid, selain alasan dugaan skandal seksnya. Sebelum daftar pemain diumumkan, Benzema mengatakan pada Radio Monte Carlo, jika ia tidak dipilih ia akan “amat sangat kecewa” tetapi “akan tetap mendukung Perancis, apapun yang terjadi.”
Setelah Piala Dunia, Benzema kembali ke tim nasional dibawah pelatih baru, Laurent Blanc. Blanc, seorang pengagum Benzema, membangun basis serangan di sekitar sang penyerang, dan setelah setahun tak pernah membela Perancis, Benzema kembali ke tim dalam kekalahan 2-1 dari Norwegia di Oslo. Bersama Gourcuff, Benzema memimpin tim tersebut dalam urusan mencetak gol untuk kualifikasi Euro 2012, mencetak tiga gol, ke gawang Bosnia-Herzegovina, Luksemburg dan Albania.  Pada 17 November 2010, Benzema mencetak gol pembuka ke gawang Inggris dalam kemenangan 2-1 di Stadion Wembley. Di laga selanjutnya, ia mencetak gol semata wayang atas Brasil pada Februari 2011. Setelah tampil reguler di kualifikasi, ia resmi dibawa ke Euro 2012 pada 29 Mei 2012. Pada 5 Juni, di pertandingan pemanasan terakhir menjelang Euro, Benzema menggedor jala Estonia dua kali dan Perancis menang 4-0. Di Euro, Benzema menjadi starter di laga pembuka melawan Inggris, yang berakhir seri 1-1. Di pertandingan penentuan melawan Ukraina, ia memberi umpan atas dua gol Perancis, dan mereka lolos ke perempat final.
Hai Kawan…..makin asyik jika kita juga belajar menggambar sang bintang kita yang penuh prestasi ini. Berikut tutorial super simpel yang sangat mudah untuk Anda tirukan. Selamat menikmati Kawan….
how-to-draw-karim-benzema-step-1-4584158
Langkah 1. Super Simpel Menggambar Karim Benzema

how-to-draw-karim-benzema-step-2-7284372
Langkah 2. Super Simpel Menggambar Karim Benzema

how-to-draw-karim-benzema-step-3-7513367
Langkah 3. Super Simpel Menggambar Karim Benzema

how-to-draw-karim-benzema-step-4-3258335
Langkah 4. Super Simpel Menggambar Karim Benzema

how-to-draw-karim-benzema-step-5-8444312
Langkah 5. Super Simpel Menggambar Karim Benzema

how-to-draw-karim-benzema-step-6-5100778
Langkah 6. Super Simpel Menggambar Karim Benzema

how-to-draw-karim-benzema-step-7-1595114
Langkah 7. Super Simpel Menggambar Karim Benzema

how-to-draw-karim-benzema-step-8-4900891
Langkah 8. Super Simpel Menggambar Karim Benzema

Yes….semoga semangat dan daya kreasi Anda makin terpacu dengan kegiatan menyenangkan ini. Silakan mengunjungi tutorial super mudah menggambar pemain / bintang sepakbola yang lainnya:
Juga tutorial super simpel lainnya. Terimakasih atas kunjungan Anda.

Pos terkait